Cara Memulai Investasi Saham Bagi Pemula

Bagi mayoritas orang yang belum pernah memulai investasi saham pasti merasa bahwa akan ribet dan sangat sulit sekali. Namun hal ini dibantah oleh banyak orang karena ketika sudah memulai, semuanya akan menjadi lebih mudah. Banyak juga orang yang ingin memulai investasi saham namun tidak tahu bagaimana caranya dan takut rugi.

Sebelum memulai investasi saham, tentukan dulu tujuan kamu berinvestasi. Satu hal lagi yang penting adalah gunakan uang dingin pada saat investasi saham. Jangan pakai uang kebutuhan sehari-hari atau bahkan sampai pinjam uang demi investasi saham ya.

Langkah Memulai Investasi Saham

  1. Buka Rekening Saham
    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka rekening saham terlebih dahulu. Ada banyak sekali saat ini aplikasi yang mempermudah kita untuk berinvestasi saham. Pilihlah aplikasi yang berada dalam pengawasan OJK serta terpercaya. Contohnya adalah Ajaib, Mandiri Sekuritas, IPOT, BNI Sekuritas, dan lain-lain. Semua aplikasi punya kelebihan masing-masing, dan terserah kamu lebih cocok untuk pakai yang mana.
  2. Belajar Terlebih Dahulu
    Kesalahan umum nih kalau baru mulai investasi saham itu asal beli saham, ikut-ikutan. Sebaiknya sambil menunggu rekening saham jadi (1-2 hari), kamu nonton video di YouTube atau baca-baca tentang investasi saham gitu biar lebih paham.
  3. Mau Jadi Investor atau Trader?
    Ketika berinvestasi saham, kamu bisa memilih kamu ingin menjadi investor jangka panjang atau juga investor jangka pendek (trader). Kalau mau jadi dua-duanya apakah bisa? Bisa banget karena semuanya dapat dipelajari ya. Biasanya untuk investasi jangka panjang, kita harus melihat fundamental perusahaan. Sementara untuk investasi jangka pendek, kita bisa membaca grafik pergerakan saham (teknikal).
  4. Profil Resiko
    Banyak nih para investor pemula yang tidak mengetahui apa sih profil resiko itu? Nah, profil resiko ada 3 macam dan setiap orang berbeda-beda ya tergantung dengan besar kecilnya resiko yang berani diambil. Ini dia 3 macam profil resiko dalam kegiatan berinvestasi :
    Konvesional : Suka main aman dan tidak ingin rugi terlalu besar. Biasanya pilih 2-5 saham yang kinerja 10 tahun terakhir bagus dan rutin membagikan dividen.
    Moderat : Main aman tapi berani juga. Punya saham yang dicicil rutin tiap bulan untuk jangka panjang, tetapi sesekali trading saham untuk dapat keuntungan lebih.
    Agresif : Sangat berani. Semangat banget buat trading saham, suka menganalisa saham apa yang akan naik dan turun. Harus paham ilmunya banget ya kalau ini.

Hidden Cost, Tidak Terlihat Tapi Membahayakan Keuangan

Salah satu rahasia keuangan yang masih banyak yang belum tahu adalah hidden cost. Banyak orang yang tidak menyadari karena juga tidak diajarkan dimana-mana.

Hidden cost merupakan salah satu faktor penyebab para milenial terjebak dalam finansial yang tidak sehat. Apa sih hidden cost itu? Dan kenapa hidden cost ini malah membuat kita mengeluarkan lebih banyak uang dibandingkan dengan ketika membeli barang itu sendiri?

Jangan kaget kalau beli sesuatu tiba-tiba ada biaya lain lagi dan nggak murah bahkan rutin setiap bulannya. Itu namanya hidden cost, biaya yang nggak kelihatan tetapi kita keluarkan saat membeli sesuatu.

Nah, kadang-kadang orang tuh sering tidak memperhatikan hal ini nih dalam membeli sesuatu. Alhasil yang terjadi adalah kaget pas ada pengeluaran lain dan ada juga yang malah nyesel beli. Jadi, sebelum beli apapun pastikan hitung juga hidden costnya ya agar tidak jadi beban rekening kamu.

Apa itu Hidden Cost?

Simpelnya, hidden cost adalah biaya tidak terduga yang dikeluarkan saat membeli sesuatu. ya bisa dibilang biaya ‘embel-embel’ gitu lah. Kayak gimana tuh contohnya?

Misalnya kamu membeli motor. Biaya yang kamu keluarkan sebenarnya bukan hanya untuk membeli motor saja loh. Ada banyak sekali biaya lain yang harus kamu keluarkan dan siapkan apabila ingin membeli motor. Contohnya adalah membuat SIM, bayar pajak, servis bulanan, beli bensin, jas hujan, helm, dan lain-lain.

Contoh lainnya adalah misalnya kamu beli AC. Ada biaya lain yang tidak terduga dan terpikirkan sejak awal misalnya adalah biaya pemasangan, biaya listrik, biaya servis (bersihkan freon), dan lain-lain.

Hidden cost ini memang ibaratnya tuh kayak Ice Berg gitu. Kelihatan dari atasnya sih kecil pengeluarannya. Padahal di dalamnya masih banyak duit yang harus dikeluarkan.

Jadi, dalam membeli apapun itu, jangan cuma hitung biaya yang terlihat aja, pikirkan dan hitung juga biaya tersembunyinya biar kamu bisa siapkan sejak awal. Jangan sampai kamu terjebak hidden cost dan malah bikin kamu menyesal membeli sesuatu.

Agar finansial tetap sehat dan teratur, pastikan ketika membeli sesuatu di break down terlebih dahulu ya. Kira-kira biaya apa sih yang wajib kamu keluarkan, serta biaya yang dapat kamu keluarkan jika terjadi sesuatu ketika kamu membeli barang tersebut.